Selasa, 01 Maret 2011

Dampak Globalisasi

Dampak Globalisasi
Globalisasi adalah suatu proses di mana antarindividu, antarkelompok, dan antarnegara saling berinteraksi, bergantung, terkait, dan mempengaruhi satu sama lain yang melintasi batas negara. Globalisasi ekonomi membawa dampak positif maupun negatif.
Dampak positif globalisasi antara lain:
1. Semakin terbukanya pasar untuk produk-produk ekspor, dengan catatan produk ekspor Indonesia mampu bersaing di pasar internasional. Hal ini membuka kesempatan bagi pengusaha di Indonesia untuk melahirkan produk-produk berkualitas, kreatif, dan dibutuhkan oleh pasar dunia.
2. Semakin mudah mengakses modal investasi dari luar negeri. Apabila investasinya bersifat langsung, misalnya dengan pendirian pabrik di Indonesia maka akan membuka lapangan kerja. Hal ini bisa mengatasi kelangkaan modal di Indonesia.
3. Semakin mudah memperoleh barang-barang yang dibutuhkan masyarakat dan belum bisa diproduksi di Indonesia.
4. Semakin meningkatnya kegiatan pariwisata, sehingga membuka lapangan kerja di bidang pariwisata sekaligus menjadi ajang promosi produk Indonesia.
Dampak negatif globalisasi bagi kegiatan ekonomi di Indonesia terutama bersumber dari ketidaksiapan ekonomi Indonesia dalam persaingan yang semakin bebas. Dampak negatifnya sebagai berikut.
1. Kemungkinan hilangnya pasar produk ekspor Indonesia karena kalah bersaing dengan produksi negara lain yang lebih murah dan berkualitas. Misalnya produk pertanian kita kalah jauh dari Thailand.
2. Membanjirnya produk impor di pasaran Indonesia sehingga mematikan usaha-usaha di Indonesia. Misalnya, ancaman produk batik Cina yang lebih murah bagi industri batik di tanah air.
3. Ancaman dari sektor keuangan dunia yang semakin bebas dan menjadi ajang spekulasi. Investasi yang sudah ditanam di Indonesia bisa dengan mudah ditarik atau dicabut jika dirasa tidak lagi menguntungkan. Hal ini bisa memengaruhi kestabilan ekonomi.
4. Ancaman masuknya tenaga kerja asing (ekspatriat) di Indonesia yang lebih profesional SDMnya. Lapangan kerja di Indonesia yang sudah sempit jadi semakin sempit.
Kesimpulannya, globalisasi bisa berdampak positif atau negatif tergantung kesiapan kita mengadapinya.
Dampak dlm bidang Ekonomi
1. Dampak globalisasi dalam bidang ekonomi, antara lain :
Globalisasi dan liberalisme pasar telah menawarkan alternatif bagi pencapaian standar hidup yang lebih tinggi. Semakin melebarnya ketimpangan distribusi pendapatan antar negara-negara kaya dengan negara-negara miskin. Munculnya perusahaan-perusahaan multinasional dan transnasional. Membuka peluang terjadinya penumpukan kekayaan dan monopoli usaha dan kekuasaan politik pada segelintir orang. Munculnya lembaga-lembaga ekonomi dunia seperti Bank Dunia, Dana Moneter Internasional, WTO.
2. Dampak Globalisasi dalam bidang Sosial Budaya :
Semakin bertambah globalnya berbagai nilai budaya kaum kapitalis dalam masyarakat dunia. Merebaknya gaya berpakaian barat di negara-negara berkembang. Menjamurnya produksi film dan musik dalam bentuk kepingan CD/ VCD atau DVD.
3. Dampak Globalisasi dalam bidang Politik
Negara tidak lagi dianggap sebagai pemegang kunci dalam proses pembangunan. Para pengambil kebijakan publik di negara sedang berkembang mengambil jalan pembangunan untuk mengatasi masalah sosial dan ekonomi. Timbulnya gelombang demokratisasi ( dambaan akan kebebasan ).
Dampak positif Globalisasi :
1. Mudah memperoleh informasi dan ilmu pengetahuan
2. Mudah melakukan komunikasi
3. Cepat dalam bepergian ( mobili-tas tinggi )
4. Menumbuhkan sikap kosmopo-litan dan toleran
5. Memacu untuk meningkatkan kualitas diri
6. Mudah memenuhi kebutuhan
Dampak negatif Globalisasi:
1. Informasi yang tidak tersaring
2. Perilaku konsumtif
3. Membuat sikap menutup diri, berpikir sempit
4. Pemborosan pengeluaran dan meniru perilaku yang buruk
5. Mudah terpengaruh oleh hal yang berbau barat

Munculnya globalisasi tentunya membawa dampak bagi kehidupan suatu negara termasuk Indonesia. Dampak globalisasi tersebut meliputi dampak positif dan dampak negatif di berbagai bidang kehidupan seperti kehidupan politik, ekonomi, ideologi, sosial budaya dan lain- lain akan berdampak kepada nilai- nilai nasionalisme terhadap bangsa.
Pengaruh positif globalisasi terhadap nilai- nilai nasionalisme
1. Dilihat dari globalisasi politik, pemerintahan dijalankan secara terbuka dan demokratis. Karena pemerintahan adalah bagian dari suatu negara, jika pemerintahan djalankan secara jujur, bersih dan dinamis tentunya akan mendapat tanggapan positif dari rakyat. Tanggapan positif tersebut berupa rasa nasionalisme terhadap negara menjadi meningkat.
2. Dari aspek globalisasi ekonomi, terbukanya pasar internasional, meningkatkan kesempatan kerja dan meningkatkan devisa negara. Dengan adanya hal tersebut akan meningkatkan kehidupan ekonomi bangsa yang menunjang kehidupan nasional bangsa.
3. Dari globalisasi sosial budaya kita dapat meniru pola berpikir yang baik seperti etos kerja yang tinggi dan disiplin dan Iptek dari bangsa lain yang sudah maju untuk meningkatkan kemajuan bangsa yang pada akhirnya memajukan bangsa dan akan mempertebal rasa nasionalisme kita terhadap bangsa.
• Pengaruh negatif globalisasi terhadap nilai- nilai nasionalisme
1. Globalisasi mampu meyakinkan masyarakat Indonesia bahwa liberalisme dapat membawa kemajuan dan kemakmuran. Sehingga tidak menutup kemungkinan berubah arah dari ideologi Pancasila ke ideologi liberalisme. Jika hal tesebut terjadi akibatnya rasa nasionalisme bangsa akan hilang
2. Dari globalisasi aspek ekonomi, hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri karena banyaknya produk luar negeri (seperti Mc Donald, Coca Cola, Pizza Hut,dll.) membanjiri di Indonesia. Dengan hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri menunjukan gejala berkurangnya rasa nasionalisme masyarakat kita terhadap bangsa Indonesia.
3. Mayarakat kita khususnya anak muda banyak yang lupa akan identitas diri sebagai bangsa Indonesia, karena gaya hidupnya cenderung meniru budaya barat yang oleh masyarakat dunia dianggap sebagai kiblat.

Dampak Globalisasi terhadap sosial budaya
Keadaaan keseimbangan dalam masyarakat merupakan keadaan yang diidam-idamkan oleh setiap masyarakat. Dalam keadaan yang demikian, individu-individu secara psikologis merasakan adanya suatu ketentraman, sebab tidak ada pertentangan-pertentangan dalam norma-norma dan nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat. Setiap kali terjadi gangguan keseimbangan, masyarakat dapat menolak unsur-unsur yang akan membawa perubahan. Penolakan ini disebabkan masyarakat takut terjadi goyahnya keseimbangan sistem yang berarti dapat muncul ketidaktentraman.

Untuk Download Versi Word Silahkan klik link terkait

Gedung Taipei 101 akan menjadi gedung tertinggi di dunia yang paling ramah lingkungan

Gedung Taipei 101 yang berada di Taiwan dulu pernah menjadi sebagai gedung tertinggi di dunia tetapi gelar itu telah hilang setelah adanya Burj Dubai.

Tapi bukan berarti mereka menyerah begitu saja dan rela melepaskan gelas sebagai gedung tertinggi di dunia.

Belum lama ini, Taipei 101 telah siap menggelontorkan uang sebesar US$ 1,8 juta (sekitar 18 milyar rupiah) untuk merebut kembali gelar tersebut.

Tentu saja yang dimaksud bukan mereka mencoba menambah lantai sehingga bisa melebihi Burj Dubai melainkan mereka mencoba mengambil gelar sebagai Gedung Tertinggi Di Dunia yang paling ramah lingkungan (world’s tallest green building).

Dengan uangnya itu, mereka akan melakukan renovasi besar-besaran dalam sistim untuk membuat gedung ini ramah lingkungan yang berarti juga hemat. Bahkan dalam hitungan mereka, setelah semuanya selesai, mereka dapat menghemat sekitar NT$ 20 juta (sekitar Rp. 6 milyar lebih) untuk biaya listrik dan energi lainnya.

Dalam 18 bulan ke depan, diharapkan semua perubahaan itu akan selesai. Nah, ini sepertinya lebih baik dibanding kita harus berlomba-lomba untuk membangun gedung tertinggi di dunia. :-)

Sumber berita
Taipei 101 To Be World’s Tallest Green Building

Senin, 25 Oktober 2010

Dampak Pembangunan Mall di Indonesia

Dampak Positif


1. Mall memberikan peningkatan pendapatan negara dalam bentuk pajak, karena adanya aktivitas ekonomi disitu. Aktivitas ekonomi yang terjadi juga bukanlah main-main karena faktor penggerak transaksi kaum urban yang datang ke mall sudah tentu didominasi kalangan menengah ke atas. Sejatinya mereka bisa mengeluarkan lebih dari 100rb rupiah untuk setiap kedatangan mereka ke pusat perbelanjaan (akumulasi dari parkir, belanja, makan dan minum, atau kegiatan lain seperti nonton bioskop).

Ini adalah hal yang sangat menggiurkan terutama untuk pemerintah kita sebagai pendapatan negara. Meningkatnya jumlah orang kaya di tahun 2010 ini dan memboomingnya industri kreatif dapat turut mendongkrak psikologis manusia untuk berbelanja. Berbelanja hal-hal yang mungkin tidak terlalu mereka butuhkan.

2. Setiap pendirian mall berarti penyerapan tenaga kerja baru. Setiap pertumbuhan ekonomi sebesar 1% hanya mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 250.000 - 300.000 orang tenaga kerja. Masih belum bisa menutupi angka jumlah pengangguran sebanyak 10 juta orang lebih di Indonesia. Pertanyaannya adalah, tenaga kerja manakah yang akan diserap oleh Mall? Tenaga kerja penduduk dengan KTP DKI Jakarta? Ataukah tenaga kerja Bodetabek yang notabene akan menambah jumlah komuter ke Ibukota?

3. Mall adalah sebuah lambang pengakuan. Pengakuan dari pihak-pihak; terutama tenant (terlebih jika tenant berasal dari luar negeri) bahwa iklim investasi di Indonesia baik. Menurut indeks investasi dunia, Indonesia masuk dalam peringkat 17 negara yang dapat dijadikan tempat berinvestati. Menyusul kenaikan harga IHSG yang nyaris menembus angka 3000, adalah indikasi-indikasi lain yang menunjukkan bahwa secara makro, negara ini memiliki fundamental ekonomi yang kuat.

4. mall juga memberikan fasilitas dan menampung seluruh kebutuhan masyarakat kota pada umumnya sehingga mall menjadi bangunan wajib yang ada di hampir seluruh pusat kota di indonesia


Dampak Negatif


Pembangunan mall akhir-akhir ini semakin meningkat, seiring pertumbuhan pembangunan di kota jakarta, ada dampak positif tapi lebih banyak negatifnya dari pertumbuhan mall tersebut.


Banyaknya mall akan juga melahirkan jurang perbedaan yang tinggi antara si kaya dan si miskin. Sehingga si miskin makin tidak akan merasa nyaman. Selain itu dampak lain pembangunan mall adalah warga akan semakin sulit mendapatkan ruang terbuka, seperti daerah resapan air atau taman sehingga pada gilirannya akan menyebabkan banjir. Dampak sosial dari pembangunan mall adalah warga akan terbius menjadi warga yang konsumtif dan menghabiskan waktunya dimall, kalau sang warga punya kemampuan finansial yang baik untuk belanja di mall mungkin tidak terlalu masalah, akan tetapi jika sang warga tak punya uang yang cukup, maka yang akan terjadi adalah angka kriminalitas yang akan semakin tinggi. Seperti pencopetan, penjambretan, perampokan dll.

Dalam konsep teori pembangunan perkotaan, yang seharusnya menjadi tempat berkumpul warga kota adalah taman atau area terbuka, namun karena keterbatasan dana dari pemerintah daerah untuk membangun taman baru dan perawatan taman yang telah ada maka mereka sulit mendapatkan taman atau lahan yang enak dikunjungi. Warga kota merasakan taman yang tidak terawat,kotor, kumuh. Ada hal menarik di balik pertumbuhan mall yang meningkat yaitu karena warga kota kehilangan tempat untuk sekedar berkumpul maka mal-mall jadi satu-satunya tempat untuk ajang berkumpul dan interaksi antar warga kota.

Satu lagi dampak negatif dari pertumbuhan mall adalah tersingkirnya satu persatu pasar tradisional yang pada gilirannya mematikan aktifitas pedagang tradisional pribumi. Jumlah pedagang tradisional semakin hari semakin berkurang akibat kalah bersaing dengan pasar modern yang memberi kenyamanan yang lebih. Sebagai catatan dari 37 pasar tradisional yang ada di kota bandung hanya ada dua pasar yang tingkat huniannya diatas 75%, sisanya hanya mempunyai tingkat hunian dibawah 50%.

Menurut survei yang dilakukan di kota bandung, saat ini jumlah pedagang tradisional yang masih giat beraktifitas adalah sekitar 9800 pedagang, jauh dibawah perkiraan tahun 2007 yang masih sekitar 13000 pedagang yang masih aktif, berbanding terbalik dengan pertumbuhan mall. Sepanjang tahun 2009 berdasarkan survei, jumlah pertumbuhan mall di kota bandung sekitar 31,4% . Perkembangan jumlah mall yang tak terkendali menyebabkan penurunan jumlah pasar tradisional. Perbandingan setiap satu mall berdiri maka 100 pedagang dan warung akan gulung tikar.


• Paris Van Java (Bandung)

Paris Van Java, Bandung karya arsitek Ir Wawa Sulaeman, MBA, M.Arch

Mudah-mudahan Anda sudah pernah ke sini. Mall yang menarik utk ukuran Bandung, bahkan mungkin Indonesia. Di PVJ Bandung banyak toko-toko ternama dan resto ruang luar yang kita bisa duduk dan kongkow seru sambil berada di bawah pohon trembesi yang masih cukup rindang. Yang menarik di sini ialah Anda bisa bawa peliharaan Anda – bukan selingkuhan looh maksudnya ! Bawalah Bull anjing English Shepherd Anda kesini jalan-jalan dan biarkan dia juga cari pasangannya. Di sini Anda juga boleh bawa kakak tua Anda, wong disini ada banyak burung merpati dipelihara koq.

Antara pemberi tugas dan arsitek ada kerjasama shgg arsitek bisa menghasilkan karya arsitektur yg baik tempat keramaian berada. PVJ mirip konsep Citos dan Cihampelas Walk, malah dengan koridor antar toko yg semi terbuka. Di sini efek tampiasan hujan masih bisa kita rasakan bila kita jalan di koridor tengah. Ini dikarenakan antar toko di lantai dasarnya, hampir-hampir tidak diberikan skylight penutup atap. Ini yg luar biasa. Sebab biasanya mall umumnya selalu dgn konsep koridor & skylight. Sedangkan di PVJ tidak. Memang ini disengaja supaya kita seperti lebih berada di arcade ruang luar toko pinggir jalan daripada berada di dalam. Ada upaya utk memanipulasi atmosfir ruang arsitektur & pengalaman berjalan di koridor ruang luar ke konsep ruang ke dlm sebuah pusat belanja. Coba deeh kalau ke Bandung mampir kemari, tempatnya bagus & asik utk ang out.

Dulu alun-alun kota adalah tempat kita ngumpul sekarang yaa Starbucks & J.Co di mall. Mall jadi tempat ibadah baru bagi semua orang. Pusat belanja adalah berhala baru bagi kita. Pergi ke taman kota adalah hal asing bagi anak-anak generasi 2000an. Dulu Monas adlh taman kota terbuka yg bisa diakses semua kalangan. Sekarang paling yg bokek saja yg pergi ke Monas. Yg berduit, yaa ke mall. Ngapain duduk di Monas ? Ada perasaan canggung dan tdk nyaman. Saya ke Monas Oktober 2008 lalu utk acara pemotretan, juga agak malas. Tempatnya kotor, suhu ruang malam harinya tetap panas. Mungkin krn vegetasinya saya tdk tahu. Yang datang ABG, pecun, dan bnyk gembel mulung sampah. Ada perasaan tdk nyaman. Coba kalau di mall ? Yg berkunjung pasti wangi, bawa mobil lagi. Saya kira ruang & taman kota mutlak harus memberi rasa nyaman dan aman utk bisa diakses semua kelas golongan, tanpa beda kelas ekonomi. Buat yg merasa kaya tdk takut dirampok, sedangkan buat yg marjinal tdk ditolak utk piknik gratis di taman kota. Bila ruang luar spt ini belum tercipta maka menurut saya, taman kota ruang luar belum berhasil dibuat. Sedangkan yg terjadi saat ini seperti seakan-akan tertulis bhw taman kota hny utk kaum marjinal dan sedangkan mall utk kaum yg berada. Padahal di Central Park NY biasa lihat keluarga yg piknik, karyawan yg menyebrang taman ke kantornya, bankers berjas, atau pemulung yg ketiduran di taman yg siap diusir juga siih. Intinya taman atau alun-alun kota yg nyaman dan aman buat semua orang wajib dipunya oleh kota.

Makanya tidak heran konsep CITOS Jakarta, CIWALK & PVJ Bandung banyak dibangun & tetap menarik sbg konsep simulacra ruang yg memanipulasi ruang terbuka luar masuk ke ruang dalam gedung bernama town square, plaza, atau apapun namanya. Jadi jgn heran bila mall lbh banyak dibandingkan taman ruang luar Jakarta. Taman, pasar trad, K5, pedestrian, & angkutan massal yg layak adalah barang langka arsitektur Jakarta. Jadi juga jgn kaget di Kelapa Gading, ada tanah fasos/fasum jadi mall olah raga (tdk usah saya ceritakan berita usang ini yaa kan ??) Pusat belanja tetap lebih sexy dibandingkan membangun taman terbuka. Semoga saja Taman Menteng yg baru tidak usang dan jadi ruang hampa bernasib nestapa berikutnya yg akhirnya dilupakan setelah terjadi pergantian gubernur – gubernur yg sekarang lumayan rajin.

http://www.spaxious.com/2009/04/paris-van-java-bandung-karya-arsitek-ir-wawa-sulaeman-mba-m-arch/





Selasa, 08 Juni 2010

Pengertian ruang

Ruang adalah suatu bentuk 3 dimensi, yang tersusun dari beberapa bentuk horizontal, vertikal, linier, maupun diagonal. Bentuk-bentuk tersebut membentuk suatu ruang didalamnya, untuk ditempati oleh berbagai massa.

Ada dua macam bentuk ruang :
1. Ruang void, yaitu ruang yang dibatasi oleh beberapa bentuk



2. Ruang solid, ruang yang diisi oleh massa.



Daftar Pustaka :
-andriy18.wordpress.com
-blog.sanriotown.com

Selasa, 20 April 2010

Organisasi Ruang

ORGANISAI RUANG

Adalah pembagian tata ruang pada bentukan yang sudah ada.
Berikut ini merupakan macam macam dari organisasi ruang..:

a.organisasi terpusat
merupakan sebuah pusat dari sejumlah ruang sekunder


b. organisasi linier
merupakan urutan yang berulang pada satu garis



c. Organisasi radial.
Semua ruangan melalui arahnya masing-m asing dari hasil pemisahan jalur dari ruang tengahnya.



d. organisasi cluster
merupakan kelompok ruang berdasarkan kedekatan hubungan.
memanfaatkan satu ciri atau hubungan visual



e. organisasi grid
merupakan ruang yang berada dalam daerah grid atau struktur
3 dimensi lainya

Penggabungan Antar Bentuk

PENGGABUNGAN ANTAR BENTUK
Apabila dua buah bentuk yang berbeda geometri atau berlawanan orintasi saling menembus batas masing-masing, maka masing-masing bentuk akan bersaing untuk mendapatkan dominasi secara visual.

Bentuk-bentuk yang berbeda dalam geometrl atau orientasi mungkin tergabung dalam suatu organisasi tunggal untuk berapa alasan.
Untuk menampung atau menekankan kebutuhan-kebutuhan yang berbeda dari ruang interior dan bentuk eksterior.
Untuk menunjukkan kepentingan fungsional atau simbolis dari suatu bentuk atau ruang di dalam konteksnya.
Untuk menciptakan suatu bentuk komposit yang menggabungkan geometri-geometri kontras kepada organisasi terpusatnya.Untuk mengarahkan suatu ruang terhadap suatu arah tertentu di dalam tapak bangunan.
Untuk membentuk volume ruang yang jelas dart suatu bentuk bangunan.
Untuk menunjukan dan menegaskan bermacam sistem konstruksi atau mekanik yang berada di dalam sebuah bentuk bangunan.
Untuk memperkuat kondisl Iokal yang slmetris dalam suatu bentuk bangunan
Untuk menanggapi geometri-geometri yang berbeda dalam topografi, tumbuhan, batas tapak, atau struktur yang sudah ada di lapangan.
Untuk memanfaatkan jalur gerak yang sudah ada pada suatu tapak bangunan.

CONTOH GAMBAR:

PENGGABUNGAN ANTAR KUBUS

PENGGABUNGAN ANTAR LIMAS

PENGGABUNGAN ANTAR BOLA DAN SILINDER

Daftar Pustaka:

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh1CLTpdq7emv8RP_3lO2S8zSZUMjBTsN9GV9piFuGNvWUlIXbqNxQw_PIegZuEarzNk6fUSQAPzP-pDfPWgdPBkh_82UwIl88aqyQ_TQstJGT81MRCjhjTHxUVuXZYV4LqV3_QknSHWGUc/s400-r/Riau+Teacher%27s+Building+Part+III.jpg

http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:qybhJHmw7RnfqM::gambar.iklanmax.com/20090123/271845/jual-beli-sewa-kontrak-tunai-kredit-kpr-rumah-ruko-apartment-toko-bangunan-tanah-baru-bekas-shm-hgb-notaris-jasa-sertifikat.jpg&t=1&h=259&w=196&usg=__tL97uAig90qOL-Wxw8iZTVAQum4=

http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:sYe2YHBrRO4yYM::babesajabu.files.wordpress.com/2009/06/cube_house.jpg&t=1&h=206&w=246&usg=__q6EGTqkbwGC0_o6e61FK2Jg6XLs=

Perubahan Bentuk

PERUBAHAN BENTUK

Perubahan Dimensi
Suatu bentuk dapat diubah dengan mengganti salah satu atau beberapa dimensinya dengan tetap mempertahankan identitasnya sebagai anggota bagian dari suatu bentuk.

Picture18
Perubahan dengan Pengurangan
Suatu bentuk dapat diubah dengan mengurangi sebagian dari volumenya.
Tergantung dari banyaknya pengurangan, suatu bentuk mampu mempertahankan identitas asalnya atau diubah menjadi bentuk yang lain sama sekali.

Picture20
Perubahan dengan Penambahan
Suatu bentuk dapat diubah dengan menambah unsur-unsur tertentu kepada volume bendanya atau menghubungkan bentuk tambahan lain terhadap volume yang sudah ada.
Sifat proses penambahan serta jumlah dan ukuran relatif unsur yang ditambahkan akan menentukan apakah identitas bentuk asal dapat dipertahankan atau berubah.

Picture27

Penggabungan dua bentuk atau lebih adalah:
Gaya Tarik Ruang
Tipe hubungan ini terjadi karena kedua bentuk relatif berdekatan satu dengan yang lain, atau saling membagi/memberikan sifat visual umumnya seperti wujud, warna, atau material.


Hubungan Antar Sisi
Pada tipe dengan pertemuan antar sisi inl, maka bentuk-bentuk itu akan memiliki satu sisi bersama-sama dan dapat berporos pada sisi tersebut.

Picture12
Hubungan Antar Permukaan Bidang
Pada tipe pertemuan permukaan bidang ini, kedua bentuk memiliki bidang-bidang datar yang berhubungan dan terletak sejajar satu sama lain.


Ruang-ruang yang Saling Terkait
Pada tipe dengan volume-volume ruang yang saling berkaitan, bentuk-bentuk ruang tersebut saling menembus ke dalam masing-masing ruangnya. entukbentuk mi tidak perlu memiliki kesamaan visual.